Wednesday, November 27, 2013



P
ada hakikatnya setiap penelitian kuantitatif dalam ilmu-ilmu sosial menerapkan filosofi yang disebut deducto hiphothetico verifikatif artinya, masalah penelitian dipecahkan dengan bantuan cara berpikir deduktif melalui pengajuan hipotesis yang dideduksi dari teori-teori yang bersifat universal dan umum, sehingga kesimpulan dalam bentuk hipotesis inilah yang akan diverifikasi secara empiris melalui cara berpikir induktif dengan bantuan statiska inferensial.

J
adi, hipotesis yang diajukan peneliti, setelah membaca teori-teori yang relevan merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang diajukan. Oleh karena itu, penggunaan kata tanya dalam perumusan masalah harus juga diperhatikan dengan mempertimbangkan jawaban yang logis dalam hipotesis, sehingga tidak mungkin peneliti dapat mengajukan hipotesis manakala kata tanya yang digunakan dalam perumusan masalah ilmiah adalah kata Tanya seperti ‘”sejauh manakah” atau “seberapa besarkah,” karena jawabannya sejauh itu atau sebesar itu.
PENDIDIKAN SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG
Professor Toshiko Kinosita Mengemukakan Bahwa Sumber Daya Manusia Indonesia Masih Sanngat Lemah Untuk Mendukung Perkembangan Industri Dan Ekonomi. Penyebabnya Karena Pemerintah Selama Ini Tidak Pernah Menempatkan Pendidikan Sebagai Prioritas Terpenting. Tidak Ditempatkannya Pendidikan Sebagai Prioritas Terpenting Karena Masyarakat Indonesia, Mulai Dari Yang Awam Hingga Politisi Dan Pejabat Pemerintah, Hanya Beriorintasi Mengejar Uang Untuk Mempercaya Diri Sendiri Dan Tidak Pernah Berfikir Panjang.

PENDAPAT GURU BESAR UNIVERSITAS WASEDA JEPANG TERSEBUT SANGAT MENARIK UNTUK DIKAJI MENGINGAT SAAT INI PEMERINTAH INDONESIA MULAI MELIRIK PENDIDIKAN TERABAIKAN. Salah satu indikatornya adalah telah disetujuinya oleh MPR untuk memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20 % dari APBN atau APBD. Langkah ini merupakan awal kesadaran pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang.

Setidaknya terdapat alasan untuk memprioritaskan pendidikan sebagai investasi jangka panjang.
        
         Alasannya adalah, Pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praktis manajemen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan ekonomi. MISALNYA PENDIDIKAN DAPAT MEMBANTU SISWA UNTUK MENDAPATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN UNTUK HIDUP DAN BERKOMPETISI DALAM EKONOMI YANG KOMPETITIF.

Antioksidan dan Radikal Bebas
&&&***&&&


A
ntioksidan adalah senyawa yang mencegah proses oksidasi oleh radikal bebas.
Radiakl bebas adalah suatu atom atau molekul yang bermuatan positif atau negatif.Dimana sifat dari atom atau molekul yang bermuatan tadi sangat reaktif dan tidak stabil,karana akan berusaha menetralisir dirinya dengan cara menarik electron dari molekul atau atom yang ada di dekatnya.Sehingga terjadi reaksi berantai

Sifat dari radikal bebas tadi akan merusak sel-sel bahkan sampai ke inti sel yang bisa mengakibatkan terjadinya mutasi gen sehingga menyebabkan timbulnya kanker.

Antioksidan Dapat Berupa : Vitamin, Mineral Atau Enzim

Sumber Radikal Bebas

1.      Metabolisme tubuh kita sendiri
                        2.      Pencemaran udara
3.      Bahan kimia dari makanan dan air
4.      Alkohol
5.      Rokok
6.      Radiasi ultra violet
7.      Obat-obatan
8.      Stress

Kerusakan akibat radikal bebas

§  Penuaan yang cepat
§  Penyakit jantung
§  Sistem kekebalan tubuh menurun
§  Katarak
§  Rematik
§  Kanker
§  Kencing manis / Diabetes